Foto: Yogya Pos
Launching Kampung Bijak Sampah Berbasis Teknologi Hijau di Pleret
yogya-istimewa / 18/08/2022
https://yogyapos.com/berita-launching-kampung-bijak-sampah-berbasis-teknologi-hijau-di-pleret-7881
Yogyapos.com (BANTUL) - Pencanangan kampung bijak sampah berbasis teknologi hijau diadakan di Joglo Semar Badranaya Dusun Kanggotan Kalurahan Pleret Kapanewon Pleret Kabupaten Bantul, Kamis (18/8/2022). Hadir dalam acara ini para pengolah sampah dari Kampung Bijak Sampah, Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (BBPPM) Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Yogyakarta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul dan puluhan lurah dan Panewu se-kabupaten ini.
Pencanangan ditandai dengan pembacaan Fatsun Kebudayaan tentang pengolahan sampah oleh Pengasuh Kampung Bijak Sampah Nur Subiyantoro, apresiasi dari BBPPM Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Yogyakartan DLH Bantul, penyerahan barang jadi produk olah sampah, dan demo olah sampah menjadi batako.
Nur Subiyantoro menuturkan, budaya olah sampah secara bijak sudah ada pada masa Kerajaan Pleret. Salah satu buktinya pada masa itu sudah ada sungai di bawah tanah yang bisa dimaknai untuk irigasi dan kelestarian alam.
“Maka jika kini dicanangkan kampung bijak sampah berbasis teknologi hijau laku bersama merawat bumi adalah sebagai upaya mewujudkan Bantul bebas sampah tahun 2025. Ini semacam bujur panah yang akan kita arahkan untuk bebas sampah secara nasional,” katanya.
Dikatakan, untuk mewujudkan bebas sampah tidak cukup hanya dengan regulasi. Namun diperlukan langkah nyata yang membuahkan hasil posisitif bahkan menguntungkan bagi masyarakat.
Sementara itu, Ari Budi Nugroho menyampaikan apresiasi, bahwa acara ini merupakan langkah nyata dan bisa dilaksanakan di semua dusun/desa agar sampah menjadi barang jadi yang bermanaat.
“Jika semua dusun bisa mengolah sampah dari setiap rumah tangga, maka tidak perlu ada tempat pembuangan sampah ahir (TPSA),” tutur Ari.
Pada kesempatan sama, pejabat BBPPM Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Yogayakarta, Bambang Ontoseno, menyatakan cara mengolah sampah seperti ini selangkah lebih maju.
Di penghujung acara, dilakukan penyerahan produk jadi sampah diantaranya kepada pihak DLH Bantul Ari Budi Nugroho, Kepala Bapada Bantul Fenti Yusdhayanti dan BBPPM itu.
Sedangkan dalam praktek dan demo olah sampah kali ini secara sederhana dan ringkas bahwa sampah plastik digiling. Kemudian dipanasi dan dicampur dengan pasir yang juga telah dipanasi. Keduanya diaduk dan dipanasi dengan menggunakan mesin. Setelah panas dicetak dan dipres maka menjadi barang jadi berupa batako.
Berdasarkan uji coba, saat dibanting-banting di lantai oleh petugas, batako itu cukup keras dan wulet atau tidak pecah. (Spd)
---------
Kliping pemberitaan Pencanangan "Kampung Bijak Sampah" (꧁ꦏꦩ꧀ꦥꦸꦁꦧꦶꦗꦏ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦃ꧂) Berbasis Teknologi Hijau
Joglo Semar Badranaya Subyantaran (꧅ ꦗꦺꦴꦒ꧀ꦭꦺꦴꦱꦼꦩꦂꦧꦢꦿꦤꦪꦱꦸꦧꦾꦤ꧀ꦠꦫꦤ꧀꧅)
Pleret, Bantul
18 Agustus 2022 ǀ Kamis Legi, 20 Sura 1956

Komentar
Posting Komentar